Lempar Handuk di Lifting Minyak 2015


INILAHCOM, Bandung - Atas target lifting yang diamanatkan APBN-P 2015 sebesar 825 ribu barel per hari (bph), SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) akhirnya menyerah.

Kadiv Humas SKK Migas, Elan Bintoro mengakui, target lifting 825 ribu, sulit terealisasi. Paling maksimal capaian produksi minyak mentah nasional (lifting) hanya 97% dari target.

"Pencapaian kita diperkirakan hanya sekitar 96 atau 97 persen dari target APBN. Tidak bisa mencapai 100 persen karena adanya letupan-letupan di beberapa lokasi, terutama di Balongan," papar Elan di Bandung, Sabtu (10/10/2015).

Berdasarkan catatan SKK Migas, produksi minyak mentah sampai awal Oktober 2015 sebesar 783.390 bph. Defisitnya lumayan besar juga yakni 41.610 bph.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi sudah mengungkapkan sulitnya meraih target lifting 2015. Padahal, produksi minyak telah digenjot habis-habisan pada Agustus dan September.

Pada Agustus, produksi rata-rata minyak mentah sebesar 776.500 bph. Sementara pada September, dinaikkan menjadi 800.500 bph. Nyatanya, tak juga cukup memenuhi target APBN-P 2015.

Nah, kalau target lifting gagal diraih, pemerintah harus siap-siap dengan membubungnya defisit anggaran. Kalau sudah begitu, biasanya ditambal dengan utang luar negeri. Agar defisit tak lebih dari 3% PDB (Produk Domestik Bruto) Duh. [tar]



Read More : Lempar Handuk di Lifting Minyak 2015.



0 komentar:

Posting Komentar